Samarinda – Mahasiswa KKN-PLP melaksanakan program edukasi pencegahan perundungan bertajuk “Sahabat Tanpa Bullying” bagi warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kedondong yang berlokasi di Kelurahan Gunung Kelua, Kota Samarinda, pada 10–12 Agustus 2026.
Program ini dilaksanakan oleh Nur Ahda Insan Febriani, Fitri Ramadhani, Mutiara An Nisaa, Nabila Juli Frasiska, dan Cindy Zona Rikman, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ady Setiawan, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap interaksi warga belajar yang masih ditemukan berupa saling mengejek, pemberian julukan, dan candaan yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Melalui program ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai bentuk-bentuk perundungan, termasuk bullying dan cyberbullying, serta cara merespons ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan.
Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, video edukasi, Kotak Ungkapan, diskusi, role-play, pembuatan poster, dan Pohon Komitmen. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, bekerja dalam kelompok, mempraktikkan berbagai situasi, serta melakukan refleksi.
DPL Ady Setiawan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengangkat persoalan yang ditemukan langsung di lingkungan belajar.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk belajar membaca kebutuhan nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya melaksanakan program, tetapi juga belajar merancang kegiatan yang kontekstual, melibatkan warga belajar secara aktif, dan mendorong terciptanya interaksi yang saling menghargai,” ujarnya
Pada hari kedua, warga belajar mengikuti role-play dalam lima skenario, yakni “Jangan Ikut Mengejek”, “Berani Membantu Teman”, “Teman Baru”, “Bullying di Media Sosial”, dan “Ketika Teman Menjadi Pelaku Bullying”. Sementara pada hari ketiga, peserta membuat dan mempresentasikan poster bertema anti-bullying serta mengikuti refleksi melalui Pohon Komitmen.
Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa seluruh responden yang menjawab dua pernyataan utama menyatakan sangat setuju bahwa mereka memahami bullying dan mengetahui bahwa cyberbullying juga termasuk bullying. Sebanyak 69,2 persen responden memilih seluruh tindakan yang tersedia sebagai respons ketika melihat teman mengalami bullying.
Program “Sahabat Tanpa Bullying” diharapkan dapat memberikan penguatan bagi warga belajar PKBM Kedondong untuk membangun interaksi yang lebih positif, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Sebagai bagian dari penutup kegiatan, tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Eryka Oktaviani, S.Hut., M.Pd., selaku Kepala PKBM Kedondong, Siti Fatimah Fazriah, S.Pd., selaku pamong, serta seluruh warga belajar PKBM Kedondong yang telah memberikan dukungan, pendampingan, dan partisipasi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan program sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN-PLP.