Samarinda, 2 September 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Penyusunan dan Pemanfaatan Modul Ajar Hypercontent pada Program Pendidikan Kesetaraan” di SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Samarinda pada 1–2 September 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi tutor Pendidikan Kesetaraan, khususnya dalam mengembangkan bahan ajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kebutuhan belajar warga belajar.
Sebanyak 12 tutor SPNF SKB Kota Samarinda mengikuti kegiatan pelatihan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep, karakteristik, struktur, penyusunan, hingga pemanfaatan modul ajar berbasis hypercontent dalam proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan. Pendekatan hypercontent memungkinkan modul pembelajaran mengintegrasikan berbagai sumber dan media digital sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, fleksibel, dan kontekstual.
Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari Program Studi Pendidikan Masyarakat, yaitu Ady Setiawan, S.Pd., M.Pd., Norhidayat, M.Pd., Hepy Tri Winarti, S.Pd., M.Pd., dan Sri Wahyuni, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh sejumlah mahasiswa Pendidikan Masyarakat yang turut membantu proses pendampingan peserta selama pelatihan.
Selama kegiatan berlangsung, para tutor menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam praktik penyusunan dan pemanfaatan modul ajar hypercontent. Pendampingan secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan rancangan modul yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kesetaraan.
Salah satu narasumber, Ady Setiawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan modul ajar hypercontent menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran pada program Pendidikan Kesetaraan.
“Modul ajar hypercontent tidak sekadar memindahkan bahan ajar ke dalam format digital, tetapi bagaimana kita merancang pengalaman belajar yang lebih terhubung, interaktif, dan mudah diakses oleh warga belajar. Tutor perlu mampu memanfaatkan berbagai sumber dan media digital secara tepat agar teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap proses dan hasil pembelajaran,” ujar Ady.
Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas tutor perlu terus dilakukan agar transformasi digital dalam Pendidikan Kesetaraan tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan warga belajar.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi, praktik, dan pendampingan. Para tutor berkesempatan mengembangkan ide dan rancangan modul ajar hypercontent sesuai dengan mata pelajaran serta konteks pembelajaran yang mereka ampu di SPNF SKB Kota Samarinda.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menyusun serta memanfaatkan modul ajar hypercontent. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap kompetensi peserta dalam mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Mulawarman berharap kompetensi tutor dalam mengembangkan bahan ajar inovatif dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran pada program Pendidikan Kesetaraan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan Pendidikan Kesetaraan.