SAMARINDA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 dari Program Studi S-1 Pendidikan Masyarakat, FKIP Universitas Mulawarman, sukses melaksanakan program inovatif bertajuk “Grow from Waste”. Program berupa Modul Pendidikan Lingkungan Berbasis Keterampilan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini ditujukan bagi warga belajar pendidikan kesetaraan di PKBM Kedondong, Kelurahan Gunung Kelua, Kota Samarinda. Kegiatan edukasi ini dijadwalkan berlangsung sejak 7 September hingga 9 Oktober 2026.

Program edukasi lingkungan ini digerakkan oleh lima orang mahasiswa KKN-PLP 52, yaitu Nur Ahda Insan Febriani, Fitri Ramadhani, Mutiara An Nisaa, Nabila Juli Frasiska, dan Cindy Zona Rikman. Mewakili seluruh tim, para mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak PKBM Kedondong atas segala dukungan penuh, fasilitas, dan ruang kolaborasi yang diberikan sehingga rangkaian kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar.

Program “Grow from Waste” ini berangkat dari keresahan terhadap permasalahan limbah rumah tangga, khususnya limbah dapur yang jika dibiarkan membusuk sembarangan dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang penyakit, serta mencemari lingkungan. Oleh karena itu, warga belajar diajak untuk mengolah limbah sederhana seperti kulit bawang dan air cucian beras menjadi POC. Inisiatif ini tidak hanya mendukung penghematan biaya perawatan tanaman, tetapi juga menjadi sarana pengenalan nilai ekonomi dari sebuah produk daur ulang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis proyek yang komprehensif melalui lima tahapan utama. Pada tahap awal, peserta dikenalkan pada konsep POC dan potensi limbah dapur. Selanjutnya, mereka mempelajari alat, bahan, standar keselamatan, dan langsung mempraktikkan pembuatan POC. Setelah proses fermentasi, peserta mengamati perubahan fisik cairan dan melakukan penyaringan. Tidak berhenti pada proses produksi, peserta juga diajarkan cara menghitung biaya produksi, harga pokok penjualan (HPP), harga jual, dan keuntungan. Pada tahap akhir, warga belajar dilatih merancang kemasan, label, brosur, dan melakukan product pitching untuk mengenalkan produk mereka.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ady Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya program ini.

"Program 'Grow from Waste' ini adalah implementasi nyata dari pembelajaran berbasis proyek yang sangat komprehensif. Mahasiswa tidak hanya mentransfer kepedulian terhadap isu lingkungan, tetapi juga membekali warga belajar di PKBM Kedondong dengan keterampilan terapan yang bernilai ekonomi. Dari hulu ke hilir—mulai dari mengolah limbah hingga merancang kemasan dan menghitung harga jual—semua diajarkan. Ini sangat sejalan dengan semangat pendidikan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian dan pemberdayaan," ungkap Ady Setiawan.

Seusai pelaksanaan kegiatan “Grow from Waste” tersebut, diharapkan warga belajar pendidikan kesetaraan di PKBM Kedondong dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar, sekaligus membuka peluang wirausaha baru melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga.

Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN Kelompok 18 Gelar Pelatihan "Grow from Waste" di PKBM Kedondong |